Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pelatihan Barista dan Usaha Warung Kopi Bersama The Bencoolen Coffee

Memaknai secangkir kopi berawal dari proses penyemaian benih, panen, distribusi hingga pelatihan barista dan usaha warung kopi. Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi teman akrab pendamping aktivitas. Tidak peduli umur, jenis kelamin, status sosial, kopi benar-benar menjelma menjadi minuman favorit. Bahkan disetiap sesi waktu berjalan.


"Kala pagi datang, secangkir kopi adalah penyemangat hari untuk memulai kerja."
 
"Beranjak siang, kopi adalah penyambung cita rasa akan kesibukan kerja yang tak henti-henti."
 
"Hingga sore menjelang malam tiba, secangkir kopi adalah rekan terbaik penghapus peluh atas lelah hari ini."
 
"Bahkan di tengah malam pun, segelas kopi akan menjadi rekan lembur terbaik untuk pekerjaan yang butuh terselesaikan akibat deadline."
 

Semua orang, akan berjalan sesuai ritme. Begitupun dengan kopi selalu menemani 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Semuanya tak lepas. Kopi bukan hanya sebuah minuman hitam pekat khusus golongan tertentu saja. Tetapi kopi sudah menjadi minuman yang selalu ada disemua generasi dan level kehidupan.

Jika dipedesaan, kopi tersaji melalui kedai kopi. Berbeda halnya dengan perkotaan, kopi hadir dalam berbagai lini masyarakat. Mulai kopi eceran yang dijual didepan warung sederhana atau pedagang sepeda, hingga kopi pada cafe-cafe ternama. Tujuannya sama, sebagai penyedia secangkir minuman untuk penyemangat, penyambung rasa, penghapus lelah atau rekan lembur.



Pelatihan Barista


Proses Panjang Secangkir Kopi, Dari Benih Hingga PelatihanBarista

Sebelum menjadi secangkir kopi ternyata banyak proses yang harus dilewati terlebih dahulu. Mulai dari proses penyiapan bibit, penyiapan lahan dan pohon peneduh, penanaman, perawatan, panen, pasca panen, roasting dan penyeduhan.

Sebagai salah satu komoditas perkebunan, kopi sebenarnya memiliki banyak varietas. Tetapi, yang sering dibudidayakan hanya 4 jenis varietas yaitu arabika, robusta, liberika dan excelsa. Pemilihan varietas untuk dibudidayakan sangat tergantung dengan lahan tanam.

Proses penyiapan bibit kopi sendiri, dimulai dengan mempersiapkan pohon peneduh 2 tahun sebelumnya. Sebuah waktu yang cukup panjang sebagai salah satu persiapan sebelum bibit ditanam. Fungsi pohon peneduh untuk mengontrol intensitas cahaya matahari karena sejatinya proses tumbuh tanaman kopi tidak membutuhkan cahaya matahari terik. Biasanya, pohon peneduh yang dipilih adalah lamtoro karena masa pertumbuhannya cepat yaitu sekitar 2 tahun dibandingkan dengan sengon yang butuh waktu 4 tahun.

Ketika bibit dan pohon peneduh siap, maka dilanjutkan dengan proses penanaman kopi yang umumnya menggunakan jarak tanam 2,75 × 2,75 meter untuk kopi jenis robusta dan 2,5 × 2,5 meter untuk jenis kopi arabika atau disesuaikan dengan kondisi lahan dengan tetap memperhatikan kerapatan jarak tanaman.


Baca juga: Sayur Kelor


Setelah proses tanam, maka tahapan selanjutnya adalah pengecekan, pemupukan, pemangkasan pohon, hingga penyiangan gulma. Semua proses ini bertujuan untuk memastikan kopi tumbuh dengan baik karena sejatinya kopi merupakan komoditas tanaman tahunan yang baru bisa dipanen ketika kopi berumur 2,5 - 4 tahun.

Untuk mendapatkan biji kopi hijau atau lebih dikenal dengan nama green bean maka kopi hasil panen diproses terlebih dahulu untuk melepaskan buah kopi yang masih menempel pada tanduk kopi. Metode yang digunakan biasanya ada dua yaitu metode basah dan kering. Pemilihan metode ini akan mempengaruhi karakter biji kopi hijau yang dihasilkan setelah proses penggilingan dilakukan dan pastinya melewati tahapan quality control untuk memisahkan kopi cacat.


Kursus Barista

Setelah mendapatkan biji kopi hijau maka tahapan selanjutnya adalah roasting coffee yang merupakan proses pemanggangan kopi untuk mengeluarkan air dalam kopi agar kering dan juga berguna untuk mengembangkan bentuk dari biji kopi. Hasil akhir dari proses roasting adalah diperoleh biji kopi berwarna coklat hingga coklat gelap. Lamanya proses roasting akan mempengaruhi warna dan kualitas rasa dari kopi.

Tahap akhir, sebelum secangkir kopi dinikmati adalah proses penggilingan kopi menjadi serbuk dan penyeduhan. Inilah tahap yang sering kita tunggu ketika sedang memesan secangkir kopi, semerbak aromanya akan tercium dengan baik. Tetapi, jauh sebelum aroma ini muncul, banyak proses yang telah dilewati.


Secara umum, cita rasa dan kualitas kopi ditentukan sekitar 60% ketika kopi masih berada di kebun, 30% ketika terjadinya proses roasting dan 10% ketika diseduh oleh Barista.
 

Kursus Barista dan Usaha Warung Kopi

Melalui proses panjang, maka wajar jika setiap cangkir kopi adalah sajian spesial yang menemani aktivitas. Proses panjang ini, memang tidak terlihat ketika memesan kopi, tetapi yang teramati dengan langsung adalah sang Barista dan proses penyajiannya.

Berasal dari bahasa Italia, ‘Barista’ berarti ‘pelayan bar’ dalam hal ini adalah julukan buat seseorang yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi. Profesi Barista pun sangat baik dan tidak memandang jenis kelamin. Semua orang bisa menjadi Barista, asal memiliki keahlian dan kompetensi.


Pelatihan Barista dan usaha warung kopi

Keberadaan Barista selalu terlihat ketika berada di cafe. Mereka dengan sibuk, meracik kopi dan fokus terhadap takaran serta mengolah sedemikian rupa sebelum akhirnya secangkir kopi terhidang diatas meja. Posisi mereka sangat krusial dan spesial. Itulah mengapa, Barista dan warung kopi adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.


Ketika Workshop Barista ada Dalam Program Kartu Prakerja

Sejak pandemi melanda negeri kita tercinta, berbagai masalah bermunculan. Sulitnya mendapatkan penghasilan, hingga gelombang PHK menyerang semua lini kehidupan. Pemerintah pun tidak tinggal diam, salah satunya dengan mengeluarkan pogram kartu prakerja.

Prakerja sendiri merupakan program pelatihan dalam bentuk pengembangan kompetensi untuk mereka para pencari kerja, pekerja yang terdampak PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.


Baca juga: Jalan Hijau


Pelaksanaan program ini dalam bentuk kartu prakerja dengan proses pendaftaran pada laman internet dengan syarat-syarat tertentu. Tujuan program ini sudah pasti sebagai bentuk stimulus dan pengembangan kompetensi yang bermanfaat dalam menghadapi ketidakpastian penghasilan. Nah, salah satu kompetensi dalam program prakerja adalah training Barista.


Pelatihan Barista buat Mereka yang Membutuhkan

“Bang Teguh, mau kemana sudah beres-beres kamar saja?” Tanyaku kepada rekan satu kosan.
 
“Ini bang, mau pulang kampung saja. Baru di PHK kemarin, tempat kerja selama ini sudah tutup dan tidak sanggup membayar upah karyawan. Mungkin di kampung nanti, mau buka usaha kedai kopi. Sederhana, cuma modal air panas dan kopi” jawab beliau.
 
“Bang, kenapa tidak ikut workshop Barista saja? Materi dan ilmunya benar-benar aplikatif. Bukan hanya tentang air panas dan kopi” pungkasku.

 

Mungkin memang banyak orang seperti Bang Teguh yang terdampak efek perkenomian yang lesu sehingga di PHK. Tetapi, bukan berarti harus berdiam diri saja. Pasti selalu ada jalan jika ingin berusaha. 

Menjadi Barista dengan mengikuti kursus adalah salah satu cara bangkit dari keterpurukan untuk tetap maju dan merdeka dengan kompetensi sebagai Barista.

Apalagi dengan menggunakan kartu prakerja, maka workshop untuk menjadi Barista bisa diikutin tanpa biaya. Program ini merupakan salah satu solusi agar bisa meningkatkan kompetensi.

 

Usaha Kedai Kopi

Pandangan Bang Teguh, bahwa jualan minuman kopi hanya membutuhkan modal kopi dan air panas memang tidak salah. Tetapi dengan kondisi saat ini, diperlukan juga strategi pemasaran agar usaha yang dirintis bisa mendapatkan income dengan baik.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin menjalani usaha kedai kopi:

1. Mengetahui target konsumen

Membuka usaha warung kopi sudah pasti tahu, minimal target konsumennya. Apakah target konsumennya hanya masyarakat sekitar atau masyarakat lainnya dengan jarak atau radius tertentu. Jumlah varian minuman, harga dan kemasan juga harus mempertimbangkan kemampuan konsumen. Hal ini akan menjadi nilai plus dalam menganalisis pasar dan perkembangan usaha ke depan.


2. Pemilihan tempat yang strategis

Sudah tidak dapat dipungkiri, bahwa posisi menentukan pendapatan. Memiliki usaha warung kopi di area strategis akan membuka lebih lebar kesempatan untuk mendapatkan konsumen. Tetapi perlu dipertimbangkan juga, modal dan biaya sewa sesuai dengan kemampuan ketika memulai usaha ini. Biasanya, biaya sewa ditempat strategis lebih mahal dibandingkan dengan tempat biasa. Nah salah satu solusinya, bisa menggunakan booth dorong atau food truck.


3. Pemahaman akan konsep pemasaran

Saat ini, teknik pemasaran sudah mulai bergeser mengikuti kebiasaan baru konsumen. Beberapa konsumen tidak lagi membiasakan diri nongkrong atau kerja berlama-lama di cafe sambil menikmati secangkir kopi, tetapi mereka lebih sering take away atau memesan menggunakan layanan pemesanan makanan secara online. Konsep pemasaran seperti ini, juga harus diikuti sesuai dengan pergeseran kebiasaan konsumen.

Training Barista

4. Bergabung dalam kemitraan usaha

Salah satu cara termudah untuk memulai usaha kedai kopi adalah bergabung dengan program kemitraan usaha. Program ini bisa dimulai oleh siapapun dengan modal minim, dan pastinya akan ada pendampingan serta promosi dari penyedia mitra usaha. Salah satu perusahaan yang menyediakan konsep seperti ini adalah The Bencoolen Coffee.


The Bencoolen Coffee

Kehadiran The Bencoolen Coffee di Indonesia memberikan warna tersendiri dalam industri kopi. The Bencoolen Coffee muncul sebagai brand perusahaan untuk usaha kopi dengan tujuan peningkatan kesejahteraan petani kopi.


Bencoolen Coffee product

Jika dilihat dari namanya, Bencoolen. Bisa dipastikan bahwa brand ini berhubungan erat dengan Bengkulu. Seperti penyebutan nama Bengkulu di zaman dahulu ketika rakyat Bengkulu memiliki hubungan erat dengan Inggris sejak abad ke-17. Nah, Bengkulu menjadi salah satu pemasok kopi terbesar untuk The Bencoolen Coffee sekaligus penyumbang 70% kopi robusta di Indonesia.

Packaging Bencoolen Coffee

Pandangan pertama, jika melihat suatu produk terletak pada kemasannya. Pemilihan kemasan yang tepat dan design dengan branding kuat adalah salah satu poin penting yang dimiliki oleh Bencoolen Coffee.

Saat ini, packaging produk Bencoolen Coffee terdiri atas berbagai ukuran hingga ukuran sachet. Logo dan tipe kopi, tertulis jelas pada kemasan sehingga mempermudah pembeli untuk menentukan pilihannya.


Bencoolen Coffee dan Pelatihan Barista

Sebagai brand perusahaan kopi, Bencoolen Coffee bukan hanya menyediakan produk kopi saja tetapi juga menyediakan layanan mitra usaha, hingga pelatihan Barista baik secara mandiri maupun menggunakan kartu prakerja.

Mengikuti kursus Barista, memiliki banyak manfaat mulai dari pengetahuan tentang kopi, pemahaman akan menggunakan peralatan kopi bagi para Barista hingga cara membuka kedai kopi di daerah asal. 

Konsep ini lah yang menjadikan Bencoolen Coffee sebagai tempat training Barista terbaik demi memerdekakan mereka para tenaga kerja yang ter-PHK atau yang ingin memiliki kompetensi sebagai Barista.

Layaknya filosofi kopi, “selalu hadir menemani pagi dan memberikan semangat, begitupun dengan Bencoolen Coffee, selalu hadir memberikan pelatihan Barista demi memerdekakan mereka yang mencintai kopi.

Workshop Barista

Post a Comment for "Pelatihan Barista dan Usaha Warung Kopi Bersama The Bencoolen Coffee"