Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memahami Konsep Packaging Produk UMKM Bersama Kelas ASIK JOGJA

Apa yang teringat pertama kali ketika mendengar kata “Jogja”? Tentu jawabannya bisa berbeda. Tetapi pastinya tidak jauh dari Malioboro, Keraton, Batik, Gudeg dan pastinya Bakpia Pathok.

Berkunjung ke Jogja selalu memberikan kesan nyaman. Bukan hanya karena keramahan warganya tetapi memang nuansa yang ditawarkan Jogja begitu memikat. Jogja juga sudah menjadi destinasi ramah dikantong buat siapa saja. Harga tiket masuk yang wajar hingga berbagai kuliner dan suvenir yang unik dan beragam.

Berbicara tentang suvenir Jogja tentu tidak terlepas dari keberadaan UMKM di sekitarnya. Mulai dari UMKM makanan, fashion dan kriya. Sebut saja Bakpia Pathok yang bisa diperoleh hampir disetiap sudut kota. Belum lagi ditambah hadirnya UMKM yang fokus pada pembuatan kain batik dan kaos khas Jogja. Bahkan tidak lengkap rasanya, jika balik dari Jogja tidak membawa suvenir dari kayu atau logam berbentuk candi prambanan dan borobudur. Semuanya bersinergi saling mendukung dan menunjang perekonomian wisata Jogja.

Meskipun banyak UMKM di Jogja yang menjual berbagai jenis kuliner, suvenir dan batik tetapi ternyata setiap kuliner bisa dibedakan dari dua hal. Pertama adalah kualitas barang yang dihasilkan dan kedua adalah packaging produk.

 

“Ada harga ada rupa, kualitas barang memang ditentukan oleh harga dan target pasar”.

 

Untuk barang sejenis, contohnya batik bisa ditemukan dengan harga beragam mulai dari puluhan ribu hingga jutaan. Semuanya bisa ditemukan di Jogja. Tinggal disesuaikan dengan kualitas barang dan kemampuan daya beli yang dimiliki.

Selain kualitas barang, tentunya pemilihan packaging juga mempengaruhi barang tersebut mudah dikenali dan memperbesar peluang untuk menaikkan omzet penjualan.

 

umkm-jogja

Terkait packaging ini ternyata benar-benar menjadi perhatian besar berbagai idustri yang terlibat didalamnya, salah satunya adalah PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia) melalui program CSR Astragraphia yaitu kelas ASIK (Astragraphia untuk Industri Kreatif).

 

Mengenal Lebih Dekat Astragraphia

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) (“Astragraphia”) adalah perusahaan publik yang didirikan pada tahun 1975 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1989. Sebagai pilar bisnis Astra di bidang teknologi informasi, Astragraphia fokus pada ruang lingkup bisnis Printing and Digital Services. Astragraphia memiliki portofolio bisnis Document Solution dengan mitra eksklusif Fuji Xerox, menghadirkan solusi end-to-end mulai dari kebutuhan cetak personal, perkantoran, Graphic Art hingga managed print services.

 

Astragraphia

Astragraphia memiliki entitas anak yaitu PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) yang melayani kebutuhan Solusi Teknologi Informasi, khususnya Digital Services melalui kolaborasi dengan mitra strategis kelas dunia maupun solusi sendiri yang mencakup hardware, software, services dan PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) yang hadir sebagai One Click Office Solution dengan menyediakan solusi bagi segala kebutuhan kantor melalui AXIQoe.com yaitu layanan e-commerce B2B dan B2G terdepan di Indonesia, PrintQoe.com yakni layanan online printing B2B dan B2G pertama di Indonesia, serta CourierQoe yang merupakan layanan logistik dan distribusi bagi B2B dan B2G. Informasi lebih lanjut, kunjungi www.astragraphia.co.id

 

Kelas ASIK untuk Industri Kreatif

Kelas ASIK yang merupakan singkatan dari Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif, adalah salah satu bentuk program public contribution Astragraphia untuk mendukung industri kreatif di Indonesia. Program ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan berkelanjutan secara daring oleh karyawan Astragraphia mengenai teknologi digital printing, creative packaging & labelling, teknologi informasi, serta online promotion. Astragraphia juga memfasilitasi UMKM dalam mempromosikan produk usaha melalui kanal digital #Astragraphia, yaitu OFiSKITA.

 

“Astragraphia dengan fokus usaha di bidang printing and digital services, turut mendukung penuh bangkitnya industri kreatif selama masa pandemi dengan program pelatihan terkait teknologi pencetakan dan pembuatan kemasan/ label yang kreatif dan penyediaan fasilitas pemasaran produk UMKM. Hari ini, dukungan kami wujudkan melalui Kelas ASIK Jogja kepada para pelaku industri kreatif di Yogyakarta.”

(King Iriawan Sutanto – Direktur PT Astra Graphia Tbk)

 

Di masa pandemi ini, Astragraphia menyelenggarakan Kelas ASIK secara daring dan telah menjangkau lebih dari 270 UMKM yang bergerak di industri kreatif, yaitu kuliner, fesyen, dan kriya yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan dengan omzet 2 juta hingga 400 juta rupiah perbulannya. Selain itu, Astragraphia menggandeng total 10 pemain Graphic Art (print shop) yang juga merupakan UMKM untuk meningkatkan jumlah cetaknya dari pelaku UMKM peserta Kelas ASIK.

Program Kelas ASIK diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan brand awareness dan omzet penjualan agar mampu mewujudkan UMKM yang berdaya saing, go-online, dan naik kelas.


Memahami Konsep Packaging Produk UMKM di Kelas ASIK JOGJA

Packaging atau kemasan merupakan wadah yang digunakan untuk mengemas suatu produk yang dilengkapi dengan tulisan, label, keterangan yang menjelaskan isi, kegunaan dan informasi lain yang perlu disampaikan kepada konsumen.

Melalui #KelasASIK JOGJA yang diselenggarakan secara daring pada tanggal 30 September 2020. Program ini menghadirkan para karyawan Astragraphia yang kompeten di bidangnya kepada 50 UMKM subsektor fesyen, kuliner, dan kriya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pastinya Kelas ASIK JOGJA ini membahas tuntas tentang digital printing, labeling dan packaging.

 

webinar-kelas-ASIK-Jogja
Peserta kelas ASIK Jogja

Ada 3 tipe kemasan yang sering digunakan untuk suatu produk:

1. Primary packaging yang langsung bersentuhan dengan produk dan berfungsi sebagai penjaga kualitas produk.

2. Secondary packaging yang berisi berbagai produk dari primary packaging dan berfungsi memproteksi produk.

3. Transit/Tertiary packaging yang berfungsi untuk proses transportasi pengiriman produk dan penyimpanan pada skala besar.

 

Nah, berbagai jenis kemasan ini lah yang kemudian akan menjadi wadah pelindung dari produk yang dijual.

 

“Kemasan bukan hanya memiliki fungsi sebagai wadah tempat barang dagangan. Tetapi kemasan juga bisa menjadi media komunikasi dan pemasaran yang baik”.

-Yohanes Puguh-

 

Di tengah pandemi seperti ini, berbagai UMKM sudah pasti membutuhkan kemasan produk lebih banyak dibandingkan kondisi sebelumnya. Hal ini dikarenakan perubahan kebiasaan yang dahulu lebih banyak menikmati suatu produk langsung ditempatnya, tetapi sekarang berubah menjadi take away atau hand carry.

Disini lah fungsi komunikasi dari suatu kemasan. Jika hanya mengandalkan kemasan yang berfungsi sebagai wadah saja, maka setiap pembeli pastinya juga memandang hanya sebagai wadah saja. Tetapi jika sebagai media komunikasi yang berisi identitas, informasi dan perfomance produk maka cepat atau lambat secara perlahan akan menumbuhkan daya tarik konsumen.

 

Cara Membuat Kemasan Agar Memiliki Nilai Lebih.

Suatu kemasan, jika dirancang dengan cara yang baik pastinya akan memberikan nilai lebih. Nah, ada beberapa cara yang bisa menjadi pertimbangan ketika membuat suatu kemasan seperti yang disampaikan oleh Bapak Aditomo Priyo selaku Business Application Designer Astragria yaitu:

1. Menggunakan design yang mengikuti zaman dan dikemas sesuai estetika design.
2. Pemilihan warna yang tepat dalam menggambarkan produk yang dijual.
3. Unik dan berkesan premium
4. Pemilihan bahan yang tepat untuk menjamin terjaganya kualitas produk.

Kesemua cara tersebut sudah pasti bertujuan untuk menarik perhatian pelanggan yang kemudian akan menimbulkan kepercayaan untuk membeli produk yang dijual.

packaging-produk-umkm
Pemilihan kemasan yang tepat akan meningkatkan daya tarik pembeli

Berbagai pengetahuan terkait labeling dan packaging tersebut semuanya dibahas tuntas. Di akhir kelas, berbagai jenis packaging dari galeri produk peserta yang hadir turut ditampilkan.

Benar saja, melalui Kelas ASIK JOGJA ini banyak sekali pembelajaran terkait konsep packaging produk UMKM ditengah pandemi dan pastinya acara seperti ini sangat bermanfaat buat para UMKM untuk lebih memahami fungsi kemasan bukan hanya sebagai wadah saja tetapi media komunikasi dan pemasaran yang baik.


Baca juga:

1. Kreativitas di tengah pandemi

2. Usaha Warung Kopi Bersama Bencoolen Coffee

Post a Comment for "Memahami Konsep Packaging Produk UMKM Bersama Kelas ASIK JOGJA"