Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[STORY] MY BLOG RECAP IN 2020

blog recap in 2020
sumber: unsplash.com/sincerelymedia

2021 tinggal hitungan minggu dan berakhir! Saatnya kita melihat perjalanan panjang di tahun 2020 yang berat ini. Tapi kali ini aku gamau omongin tentang kehidupan deh, kayaknya terlalu berat dan ntar malah jadi galau. Baiknya kali ini aku mau omongin tentang blog aja.

Kalau ngomongin perkembangan blog pribadi sebenarnya miris gak miris ya. Resolusi yang mau aku jalanin di akhir 2019 itu gak bisa dengan lancar aku eksekusi di 2020. Bahkan separuh awal 2020 itu aku sepertinya minim sekali posting di blog. Padahal aku memberikan target minimal itu setiap bulan itu ada postingan 4 post, alias kalau bisa 1 minggu itu ada 1 post yang aku bagikan. Sayangnya aku tergiur menulis di platform lain yang lebih menghasilkan dan akhirnya blog-ku terbengkalai hahaha.

Akhir tahun 2019, memang aku bergabung menjadi penulis lepas dan sejak mendapat bayaran pertama aku menjadi ketagihan, mungkin ini efek karena aku tidak bisa memaksimalkan blog untuk monetasi dan malah berpaling. Tapi, tiba-tiba aja aku mendapat pesan dari pembaca blog-ku yang tanya kenapa kok aku gak pernah keliatan lagi dan rasanya langsung merasa bersalah. Aku lupa bahwa meskipun begini, blog ini tetap ada yang kunjungin sekedar untuk cari-cari buku atau film yang bisa diikutin. Bersamaan juga dengan reading slump-ku yang memperparah keadaan blog ini. Akhirnya aku pun bertekad sekali untuk kembali mengisi blog-ku ini.

New Domain

Menandai keseriusanku akhirnya aku mengubah blog ini menjadi blog TLD. Sebenarnya sejak tahun 2018, dimana aku ingin serius lagi nulis blog yang lebih berfaedah dibandingkan curhat kegalauanku, aku sudah berpikiran untuk membeli domain. Sudah kepo dan cari-cari tempat untuk membeli domain dan membandingkan harganya.

Keraguan terbesarku belum mengganti domain adalah karena aku merasa blogku yang dulu itu sudah lumayan ramai pengunjungnya dan jika aku ganti maka aku akan kehilangan itu semua. Padahal setelah kita ganti domain, posting yang lama tetap bisa di-direct ke domain baru. Dasar aku yang kurang ilmu dalam dunia blog.

Lalu, aku juga takut kehilangan DA/PA aku yang sebenarnya sih gak gede tapi kayaknya aku baru kali ini melihat angka itu ada di blog-ku makanya aku ragu. Untung sekarang secara perlahan udah mau kembali ke DA/PA ku yang lama.

Alasan yang juga sangat membebaniku yaitu kalau aku tidak bisa konsisten menulis. Kan sayang aja ya, uang yang aku pakai untuk beli domain di tahun itu malah terbuang sia-sia karena aku malas menulis. Pemborosan yang paling nyesek kayaknya karena gak ada yang didapat. Tapi, akhirnya aku malah memanfaatkan alasan ini untuk mendorongku menulis blog. “Ayo tik, udah bayar mahal domain blog, sayang kalau dianggurin!”

Dan ya akhirnya berhasil lahir juga tikbookholic ini, meskipun sedikit berbeda dengan domain sebelumnya karena sudah ada yang pakai.

Dilema Reviewer

Setelah perjalanan panjang memikirkan arah perjalanan blog ini, ya akhirnya aku memang memutuskan jadi reviewer buku dan film. Inginnya sih menjadi book blogger 100%, tapi mengingat kesibukanku yang padat juga dengan bekerja akhirnya aku combine deh dengan film karena kebetulan aku juga suka banget nonton.

Dilema terbesar itu bukan karena aku me-review buku atau filmnya. Meskipun ya cukup was-was juga kalau ada yang tidak berkenan dengan hasil review. Tapi yang paling membingungkan itu sejauh apa aku harus berbagi. Awalnya aku akan pure membahas bukunya mulai dari alur, tokoh, bagian yang seru, kekurangan dan kelebihan. Tapi, setelah baca beberapa blog-blog teman ada juga yang membeberkan isi cerita buku tersebut.

Awalnya aku bingung, karena ini kan termasuk spoiler tapi sepertinya beberapa orang ada yang memang membaca isinya dulu terlepas dari blurb sebelum memutuskan apakah akan membaca buku itu atau tidak. Ya akhirnya aku pun bertahap mengubah gaya review-ku dengan menambahkan sinopsis singkat tentang buku tersebut meskipun tidak sampai akhir kisahnya.

Cukup kesulitan awalnya karena agak sulit juga merangkai kata-kata sendiri lagi dan menceritakan ulang dengan bahasa yang lebih sederhana dan tidak terlalu banyak tapi bisa menggambarkan cerita apa yang sedang dikisahkan dan tentu saja berupaya supaya gak memberikan spoiler terlalu banyak!

Kalau teman-teman sendiri suka tipe review yang seperti apa? Tolong share ya 😊

Komunitas Baru

Sejak serius di 2018, aku hanya ikut 1 komunitas saja yaitu BloggerPerempuan. Pilihan ini jatuh ke komunitas ini karena ada banyak challenge dan juga kita bisa “pamer” hasil tulisan kita ke website mereka jadi bisa mengundang pembaca juga.

Lalu di 2020 ini aku bergabung ke komunitas baru yaitu 1minggu1cerita .Komunitas yang aku juga udah tau dari lama namun masih takut bergabung karena merasa tidak bisa posting artikel setiap minggunya. Namun akhirnya aku nekat aja dan aku gak menyesal sama sekali!

Pertama aku dapat teman baru banyak banget (gatau aku dianggap temen gak ya ☹). Karena ada grup chat khusus sendiri jadi lebih sering aja komunikasi dengan para blogger lain. Apalagi ada banyak banget sesi sharing yang jadi nambah ilmu baru, seriusan deh! Ilmu tentang SEO, kepenulisan sampe ilmu tentang blogwalking!

Yap, bagi blogger baru blogwalking itu penting banget! Sebenarnya aku udah melakukan blogwalking ke blog-blog yang aku lihat di dashboard BloggerPerempuan. Sayangnya, aku itu sekedar berkunjung, baca-baca lalu pergi dan tidak meninggalkan jejak sama sekali. Padahal meninggalkan jejak alias komentar itu penting supaya si empunya blog tau kalo ada orang yang berkunjung dan biasanya kalau blogger yang baik sih akan berkunjung balik dan meninggalkan jejak juga.

Apalagi seru aja baca-bacain komentar orang tentang postingan yang kita buat. Kita juga jadi tau cerita-cerita apa yang di share oleh orang lain. Seru sih sejujurnya makanya sekarang aku kalau blogwalking pasti meninggalkan jejak supaya si empunya blog jadi seneng dan siapa tau jadi dikunjungin balik deh ehehehe.

Resolusi 2021

Hmmm…. Ngomongi resolusi ini pasti jawabannya ingin blognya lebih baik lagi dari sebelumnya. Yang pasti minimal ingin mempertahankan lah blog yang sudah cukup ramai ini. Postingannya kalau bisa lebih dari 2 per minggu mungkin akan lebih baik, tapi aku gamau memaksa diri sih daripada nanti aku malah kabur dari blog ini hahaha.

Jadi kalau aku simpulkan sih, resolusinya:

Pertama, konsisten menulis. Seperti yang aku sebutin sebelumnya kalau tahun ini benar-benar kemajuan bisa menulis sampai 8 postingan dalam 1 bulan! Padahal mah biasanya cuma 4 mentok-mentok di 5. Tapi emang perjuangannya lebih sih buat sampai angka 8 per bulan. Tahun 2021 sih harapannya bukan jadi malah menurun ya ini, kalau bisa malah lebih. Tapi kalau untuk 1 day 1 post sepertinya aku masih belum sanggup deh mengingat blog ini emang bener-bener sampingan aja.

Kedua, tambah banyak teman blog + blogwalking. Tahun ini sudah banyak blog-blog rutin yang selalu aku kunjungi setiap pagi untuk melihat ada update tidak ya dan akan meninggalkan komentar kalau menarik untuk dibahas. Semoga kedepannya sih makin banyak lagi nih blog-blog yang bisa aku jadikan rutin untuk “kunjungan” karena kan butuh waktu lebih juga ya untuk melakukan blogwalking itu.

Ketiga, semakin rajin promosi! Dulu aku tuh gak PD banget sama apa-apa yang aku tulis di blog ini. Alhasil cuma share aja di komunitas-komunitas blogger. Gatau kenapa tapi aku merasa malu aja kalo orang-orang yang aku kenal baca blogku. Perlahan-lahan aku mulai deh itu share di twitter, terus sekarang di Instagram juga. Meskipun engagement-nya yaaa masih biasa-biasa aja seenggaknya supaya tau sedikit demi sedikit. Nah tahun depan aku mau coba untuk lebih intens lagi nih share-nya. Siapa tau bisa ningkatin pengunjung lebih banyak lagi.

Nah, kalau teman-teman sendiri gimana nih? Udah kilas balik perjalanan 1 tahun bersama blognya? Ada kemajuan atau malah mundur nih? Hehehe

Lalu 2021 nya mau dibawa kemana nih blognya? Jangan lupa share ceritanya ya! 😊

Post a Comment for "[STORY] MY BLOG RECAP IN 2020"