Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[STORY] MY READING JOURNEY IN 2020

Memasuki akhir tahun 2020 ada baiknya kita melihat kilas balik apa yang sudah kita lakukan selama 2020 ini. Hal ini kita lakukan untuk dijadikan pelajaran dan diperbaiki di tahun 2021 mendatang. 2020 memang bukan tahun yang sempurna, begitu banyak hal-hal buruk terjadi dan menunda semua yang sudah direncanakan. Dengan puncaknya ada pandemi COVID-19 di seluruh dunia.

Meskipun begitu kita tetap harus ambil hikmahnya dan salah satu hikmah yang aku rasakan yaitu konsisten kembali membaca. Meskipun niche blog ini aku buat khusus untuk buku dan film tapi sepertinya lebih banyak menontonnya daripada membacanya. Dengan adanya pandemi ini dan sempat ada work from home jadi ada waktu lagi deh untuk baca. Nah, ini dia kilas balik perjalanan membacaku di tahun 2020.

GOODREADS CHALLENGE

Sejak tahun 2019 aku mulai ikut goodreads challenge. Challenge ini meminta kita untuk membuat patokan berapa banyak buku yang akan kita baca di sepanjang tahun. Tahun 2019 aku membuat patokan 20 buku dan berhasil aku lalui dengan membaca 22 buku. Tahun 2020 ini aku mematok 30 buku namun ditengah perjalanan aku menjadi pesimis karena target membacaku sangat jauh gap-nya. Dengan berat hati aku menurunkan standarku kembali ke 20 buku. Sedih tapi aku terlalu termakan egoku jika challenge-nya tidak terselesaikan.

Akhirnya awal minggu ini Goodreads sudah selesai merangkum semua buku yang aku baca di 2020. Masih ada 2 minggu lagi tapi tidak ada salahnya kita membuat kilasan ini ya. Tahun ini aku sudah membaca sebanyak 9401 halaman atau setara dengan 26 buku. Padahal saat ini pun aku masih membaca secara parallel ada 3 buku yang aku harap bisa selesai sebelum 2020 ini habis dan jadi masih ada kemungkinan akan bertambah.

Buku dengan halaman paling sedikit yang aku baca adalah Gadis Minimarket (160 halaman) dan paling tebal adalah King’s Cage dari series Red Queen (528 halaman). Sepertinya moodku juga bagus tahun ini atau sejak aku baca buku lagi karena rata-rata rating yang aku berikan adalah 4 bintang.

READING SLUMP

Penyebab utama aku harus menuruni target bukuku yaitu karena aku mengalami reading slump. Reading slump adalah suatu keadaan dimana kita, pembaca, tidak lagi bisa menikmati buku yang kita baca, ceritanya tidak bisa dicerna, tidak ada mood untuk membaca dan tidak ada gairah sama sekali untuk membuka buku. Terlihat bahwa aku mulai membaca lagi itu di bulan Juni yang artinya ada setengah tahun terlewat dengan tanpa membaca buku.

Tak lain dan tak bukan penyebabnya adalah Red Queen Series ini. Kepada penulis dan siapapun yang mencintai serial ini maafkan aku. Aku gak bermaksud menjelekkan series ini tapi buku ketiganya yaitu King’s Cage membuat aku benar-benar lelah dalam membaca buku. Aku benar-benar menyukai 2 buku sebelumnya makanya aku sangat bertekad untuk membaca buku ini hingga tamat. Tapi buku ketiga itu benar-benar menyebalkan dan menghilangkan minatku terhadap buku sama sekali. Aku benar-benar berhenti membaca buku karena itu. Bahkan hingga buku ke-4 nya itu pun penuh dengan paksaan aku baca, karena aku merasa nanggung sudah sampai sejauh ini.

Untuk alasan lengkapnya kalian bisa baca aja di postingan-ku itu karena aku sudah menceritakannya disana. Pertengahan tahun 2020 barulah aku mulai kembali membaca ketika mulai menonton para booktubersdan ingin merasakan lagi nikmatnya membaca buku.

MENJADI POLYGAMIST READER

Dulu aku tipe orang yang hanya bisa membaca 1 buah buku dalam 1 waktu atau bisa dikenal juga sebagai monogamist reader. Hal ini aku lakukan karena aku ingin fokus dengan buku yang sedang aku baca supaya seluruh kisah, tokoh, alur dan rincian-rincian yang ada di buku bisa aku tangkap meskipun sesekali aku masih menggunakan cara membaca scanning ketika merasa bosan di tengah perjalanan.

Hal ini juga yang menyebabkan aku reading slump karena tidak bisa melanjut membaca karena belum selesai dengan buku Red Queen Series dan benar-benar berhenti total. Sejak aku melanjutkan membaca kembali dan langganan di Gramedia Digital atau beli buku di Playstore. Aku secara perlahan berubah menjadi seorang polygamist reader.

Di Gramedia Digital ada banyak bacaan yang ingin kubaca dan ya akhirnya memaksaku untuk membaca beberapa buku dalam 1 waktu. Tapi biasanya aku selalu mengatur bacaanku menjadi 2 jenis yaitu bacaan berat dan ringan atau series dan standalone. Kalau buku yang aku baca sudah berat dan memusingkan biasanya aku mencari buku yang lebih ringan genre-nya dan tebalnya pun disekitaran 200-300 halaman untuk aku jadikan pelarian. Begitu pula series, terkadang ada kalanya kita agak capek membaca series apalagi kalau bukunya banyak makanya aku mendampinginya dengan buku standalone.

Awalnya memang sulit karena suka lupa dengan karakteristik ataupun nama tokoh. Tapi lama-lama menjadi terbiasa dan bukan hal yang terlalu sulit lagi dilakukan.

BERALIH KE DIGITAL

Tahun 2020 ini juga aku secara resmi bergabung ke “klan” e-book reader. Tapi, aku tetap mencintai buku dan tidak ada yang bisa menggantikan buku fisik. Namun keadaan yang memaksaku untuk beralih.

Pertama, karena aku tidak punya tempat yang memadai untuk buku-bukuku. Sekarang aku sedang ngekost dan aku kurang menyukai kamar yang sangat penuh karena bisa membuatku tidak nyaman dalam beristirahat apalagi kamarku cenderung kecil. Kalau di rumah tentu aku pasti akan koleksi buku karena memang sudah cita-citaku untuk punya perpustakaan sendiri dan sayangnya harus aku pending dulu.

Kedua, sudah pasti mengenai biaya hahahaha. Tau lah ya harga buku itu mahal banget. Sejak aku suka membaca buku dan itu belasan tahun yang lalu aku sudah merasakan beragam harga buku. Dulu sih waktu masih sekolah aku bisa saja menabung dari uang jajan dan gak perlu berpikir hal lain. Tapi, sejak kerja ada banyak hal yang harus aku pikirkan. Mulai dari tempat tinggal, makan, biaya hidup tak terduga, nabung dan masih banyak hal-hal printilan lainnya yang membuatku 1000x berpikir untuk beli buku fisik. Akhirnya dengan harga e-book yang murah-murah tapi tetap ori aku memutuskan investasi e-reader dan jadi pembaca e-book.

Ketiga, e-book mempermudah mobilitas. Aku lumayan sering berpergian, ikut beberapa kegiatan atau sekedar menginap ke rumah sodara yang menyebabkan aku banyak di jalan. Naik bis, krl, angkot hahaha banyak transportasi yang aku gunakan dan jujur agak berat ketika bawa buku. Apalagi kalau buku yang dibaca tebal jadi hanya bisa bawa 1. Dengan e-book aku bisa bawa buku puluhan hingga ratusan tanpa kesulitan sama sekali.

Keempat, gak sabar nunggu bukunya! Yap, ini beneran terjadi, karena banyak banget buku yang emang hype dan disaranin para pecinta buku untuk baca apalagi yang buku terbitan luar dan gak ada terjemahannya. Nunggu buat ke Indonesia bisa kali 2-3 bulan, kecuali lewat periplus tuh dan itu pun kalo beruntung bukunya ada di Indo. Pas aku cek-cek ke play book rata-rata udah ada dong e-booknya dan harganya murah banget apalagi pas lagi diskon gede-gedan, jadi ya sudah untuk menghilangkan rasa penasaranku belinya ya e-book.

Terlepas dari itu semua aku tetap beli buku kok. Kalau aku benar-benar suka dan ingin aku koleksi biasanya aku akan tetap menabung dan membeli bukunya. Biasanya sih buku-buku series yang akan aku beli sampai komplit.

TOP 3 BOOKS

Dari sekian banyak buku yang sudah aku baca di tahun 2020 aku akan memilih 3 buku yang benar-benar membekas di hati dan siapa tau bisa jadi saran baru buat teman-teman sekalian.

1. Lockwood & Co Series

Meskipun ada 5 buku, aku akan hitung series ini sebagai 1 buku. Buku yang luar biasa bagus banget dan bikin aku jatuh cinta dengan semua aspek di buku ini. Sebuah kisah tentang detektif tapi dibalut juga dengan cerita horror dan ada fantasinya juga. Tokoh-tokohnya bikin aku jatuh cinta bangetlah! Dalam 1 bulan aku berhasil menamatkan langsung series ini karena emang page turner banget buat diriku.

2. Nevermoor Series

Setelah dengan resmi Rick Riordan mengumumkan bahwa universe-nya Percy Jackson selesai dengan terbitnya buku ke-5 Apollo, aku merasa kangen aja membaca buku yang sejenis dan terasa magis. Ada banyak pilihan sih tapi penasaran sama Nevermoor ini karena katanya sejenis Harry Potter juga dan makin penasaran deh. Dan wow, ini bagus banget! Cerita tentang si anak bernama Morrigan yang ternyata memiliki kekuatan ajaib yang sudah tidak pernah dilihat orang lagi dalam puluhan tahun! Seru banget deh ngikutin Morrigan untuk melatih kekuatannya sekaligus melawan yang jahat. Yang emang kangen baca buku sejenis HP bisa banget baca buku ini lho! Tapi harus sabar karena baru ada 3 buku yang terbit dari 9 buku 🤣

3. Katarsis

Buku ini baru aku baca akhir-akhir ini dan bahkan gak dapet bintang 5 lho dari aku. Tapi, bukunya membekas banget. Katarsis emang bukan buku psychological thriller pertama yang aku baca tapi justru yang ini malah membekas banget di hati. Buku yang bisa bikin aku merinding selama baca tapi tetep gamau lepasin baca meskipun ini bisa dibilang sadis banget. Senang bisa keluar dari genre nyaman membaca tapi gak mengecewakan.

TARGET 2021

Belum afdol rasanya kalo menutup tahun belum melampirkan resolusi atau keinginan atau target untuk tahun depan. Simple aja sih sebenernya kalo target membaca tuh. Pastinya ingin baca buku dengan rutin dan tidak ada lagi tuh namanya reading slump.

Untuk goodreads challenge aku ingin mencoba di 30 buku. Target yang harusnya aku selesaikan di tahun ini akan aku jadikan target di 2021. Apapun yang terjadi aku tidak akan mengubah targetku dan bisa semakin terlihat deh bagaimana konsistensiku dalam membaca buku.

Nah, ini dia reading journey ku di 2020 yang sangat panjang dan penuh rintangan. Bagaimana dengan teman-teman? Sudah tamat berapa buku tahun ini? Apakah mencapai target? Dan bagaimana target di tahun depan? Jangan lupa untuk share ya 😊

Post a Comment for "[STORY] MY READING JOURNEY IN 2020"