Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Tips Pola Asuh Anak Berbasis Pendidikan Karakter

 

Sumber gambar: fimela.com
Pola asuh di keluarga akan membentuk karakter anak sehingga harus disadari bahwa peran keluarga dalam pendidikan karakter anak sangatlah besar. Pola asuh anak yang anda terapkan dalam keluarga haruslah tepat. Untuk mengetahui cara orangtua mendidik anak atau pola asuh anak yang baik dan benar maka hendaklah anda sebagai orang tua harus mempersiapkan diri dengan beragam pengetahuan untuk menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak.

Mari kita kenali beberapa pola asuh dalam keluarga, di antaranya sebagai berikut.

1.       Pola Asuh Permisive

Dalam pola asuh ini, orang tua merasa harus memenuhi segala permintaan anak dan orang tua merasa kasihan pada anak jika menangis. Orang tua khawatir anak akan kecewa dan tidak berani menegur anak.

Efek dari pola asuh permissive adalah anak akan menjadi kurang percaya diri alias cengeng, mementingkan diri sendiri, mudah menyerah jika terjadi suatu kesulitan dalam tugas-tugasnya, dan menjadi tidak mandiri. Di sekolah tidak jarang akan menunjukkan pola agresif.

2.       Pola Asuh Otoritative

Kecenderungan orang tua adalah mencari kemudahan dalam pengasuhan sehingga tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada anak di kemudian hari, orang tua hanya focus pada masa kini saja. Orang tua akan menuntut anak untuk mematuhi semua yang diperintahkan oleh orang tua. Efek dari pola asuh otoriter terhadap perilaku belajar anak adalah anak akan menjadi tidak percaya diri, tidak berani mengambil keputusan, pasif, memiliki masalah dalam konsentrasi belajar dan jika menjalankan tugas-tugas akan takut oleh hukuman. Di sekolah, anak akan memiliki kecenderungan berperilaku agresif, antisosial dan untuk anak perempuan lebih cenderung dependen.

3.       Pola Asuh Indolgent

Karena kesibukan orang tua, seringkali kurang memperhatikan perkembangan psikis anak. Orang tua tipe ini beranggapan bahwa anak akan terpenuhi segala sesuatunya hanya dengan memberikan uang tanpa memerlukan kasih saying dari orang tua.

Efek dari pola asuh indolgent akan berdampak pada anak, diantaranya anak akan memilki daya tahan yang rendah terhadap frustasi, anak akan berpotensial tinggi terlibat dalam kenakalan remaja seperti penggunaan narkoba, merokok di usia dini dan tindak criminal lainnya dan anak mempunyai sikap agresif dan impulsive, dan juga kurang mampu berkonsntrasi pada suatu aktivitas.

4.       Pola Asuh Autoritatif

Orang tua tipe ini menerima anak dengan sepenuh hati, memprioritaskan kepentingan anak tetapi tidak segan juga mengendalikan anak, memiliki wawasan kehidupan masa depan yang dipengaruhi tindakan masa kini, menghargai anak yang mempunyai kepribadian dan emosi sendiri.

Efek dari pola asuh autoritatif terhadap perilaku belajar anak adalah anak akan lebih mudah bergaul dan bekerja sama dengan orang lain, anak lebih mandiri, tegas terhadap diri sendiri, anak memiliki kemampuan introspeksi serta pengendalian diri, anak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan yang baik dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, anak akan lebih kreatif dan memiliki motivasi untuk berprestasi dan anak memiliki tanggung jawab dan lebih mampu menentukan keputusan.

Anda dapat memilih dan menerapkan pola asuh dalam keluarga yang tepat untuk membentuk karakter anak. Pertimbangkan juga kekurangan ataupun kelebihan dari pola asuh anda terapkan selama ini.

 

Sumber: Damayanti, Deni. 2014. Panduan Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah.Yogyakarta: Araska

Post a Comment for "4 Tips Pola Asuh Anak Berbasis Pendidikan Karakter"