Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

FIKSI, FANTASI DAN PELARIAN


Kalo baca judul diatas aku sendiri merasa kayak baca judul sebuah buku atau film hahaha padahal mah bukan. Sebenarnya kali ini aku mau sharing atau cerita tentang genre buku (atau film/drama) yang aku suka banget dan kalo temen-temen sadar mungkin mendominasi bacaan dan tontonanku. Postingan ini adalah salah satu artikel yang udah cukup lama ada di draft tapi tidak punya keinginan untuk diselesaikan alias mager banget 😆

Kebetulan, minggu ini adalah minggu tema di 1M1C dengan tema “pilih”. Pas baca tuh bingung juga ini maksudnya gimana ya dan bisa diartikan seperti apa. Tapi, pas lihat tulisan ini draft jadi kepikiran buat cerita tentang kenapa aku lebih memilih buku fiksi dan kenapa aku lebih memilih cenderung ke buku-buku berbau fantasi.

Salah satu yang memacu aku ingin nulis ini dulu karena lagi dan lagi dan lagi waktu itu di twitter heboh mengenai pilihan buku fiksi atau non fiksi. Meributkan apakah baca fiksi itu ada manfaatnya? apakah baca buku fiksi itu enggak buang-buang waktu aja? Apakah baca fiksi itu bisa dibilang bacaan yang berbobot? Sampe banyak banget orang-orang yang aktif di dunia buku tuh menyuarakan pikiran mereka.

Pas baca ini, aku si anak 100% fiksi jujur aja sih enggak merasa diejek atau direndahin gitu karena emang aku cuek dan bodo amat apa kata orang toh menurutku membaca itu kan manfaatnya cuma bisa dirasakan si pembaca gak perlu orang tau. Makanya aku enggak merasa “terhakimi”.

Lalu, tiba-tiba banyak yang bersuara dan menyebutkan satu-satu kelebihan baca buku fiksi. Aku bacain lah satu-satu dan jujur aku aja enggak tau kalo orang-orang beneran mengulik dan membedah apa sih yang dihasilkan dari baca fiksi. Pas aku baca ulasan mereka aku cuma bisa bilang “oh iya juga ya” “loh ada manfaat gini juga toh” hahaha beneran gak sesadar itu. Sejak itu aku mikirin lah kenapa aku milih baca fiksi, kenapa juga buku fantasi yang bener-bener aku gilain dan banyak hal lainnya. Dan kali ini aku mau cerita aja kenapa alasan-alasan aku memilih jenis buku ini!


TIDAK MEMBEBANI PIKIRAN

Hal utama yang bener-bener bikin aku fokus baca buku fiksi itu karena aku tidak merasakan beban ketika baca buku jenis ini. Kecuali beban stress kalo konfliknya terlalu runyam atau tokohnya sungguh menyebalkan 😅.

Alasan utama aku baca buku itu cuma sebagai pelarian dari penatnya hidup, dari kebosanan rutinitas 7-4 setiap harinya. Aku tidak pernah memikirkan manfaat lain dari baca buku selain cuma buat menyenangkan hati dan pikiran. Makanya kalo orang tanya kenapa aku baca bukunya cuma fiksi doang ya karena aku butuhnya cuma buku fiksi untuk saat ini.

Dengan banyaknya genre yang ada di buku fiksi, aku bisa menyesuaikan dengan mood-ku saat itu. Apakah aku sedang ingin berbunga-bunga, atau ingin bertualang, ingin berburu hantu dan masih banyak hal lainnya. Kita juga bisa mengatur mau bacaan super ringan atau berat. Makanya aku bisa menemukan kenyamanan saat aku baca buku fiksi.

Bagiku baca non fiksi itu tidak menyenangkan dan tidak cocok dengan seleraku makanya mau orang bilang sebagus apapun buku itu kalo baru awal aja sudah tidak cocok maka aku merasa tidak ada alasan lagi untuk melanjutkan. Tentunya setiap orang berbeda ya. Aku selalu kagum sama orang-orang yang bisa baca buku non fiksi apalagi baca dengan cepat dan paham apa yang disampein. Aku berkali-kali nyoba berkali-kali pula gagal. Mungkin karena sampai saat ini aku masih menganggap buku non fiksi sebagai beban dan pastinya belum menemukan buku yang emang mudah banget buat diserap oleh aku. Karena tentu aja aku pengen bisa baca seimbang antara buku fiksi dan non-fiksi.


DUNIA YANG LUAS

Membaca fiksi mengajak aku jalan-jalan ke belahan dunia yang mungkin sampai aku meninggalkan dunia ini tidak akan pernah aku kunjungi. Aku bisa jalan-jalan ke Jepang, lalu ke Belanda sampai ke Atlantis lalu tiba-tiba ada di Bulan hanya melalui buku. Makanya sampai sekarang aku masih setia banget dengan baca buku fiksi. Aku bisa “melihat” banyak hal yang mungkin tidak aku temui setiap harinya. Mengutip salah satu quotes favorite aku,

I have lived a thousand lives and I’ve loved a thousand loves. I’ve walked on distant worlds and seen the end of time. Because I read. 
George R.R. Martin

Apa yang dipaparkan di quotes itu adalah apa yang aku rasakan setiap membaca buku-buku fiksi ini. Udah tidak terhitung berapa tokoh yang bikin aku jatuh cinta setiap baca 😆 Belum lagi kalau aku baca buku fantasi aku bisa melihat banyak makhluk-makhluk eksotis dengan berbagai dunia eksotis yang mungkin gak bakal aku temuin sama sekali. Terkadang suatu saat aku udah jadi Ratu, kadang jadi budak dan kadang aku membayangkan jadi seorang peri. Hal-hal indah dan menyenangkan inilah yang bikin aku tidak bisa menyerah untuk membaca buku-buku fiksi ini.

Terlihat menghayal karena tidak mungkin ada di dunia nyata? Bagiku gak masalah. Toh buat apa membatasi pikiran kita dengan apa-apa yang ada di dunia nyata doang kan? Selama gak bikin kita halusinasi akut aku pikir “menghayalkan” dunia yang tidak mungkin bisa aku tinggali menjadi salah satu penenang aja buat diri ini, apalagi kalo buku yang kita baca itu happy ending dan dunianya berakhir bahagia juga otomatis bahagianya kebawa ke dunia nyata!


CINTA PERTAMA

Salah satu alasan terbesar mungkin karena emang buku fiksi dan fantasy itu jadi cinta pertama aku di dunia perbukuan. Aku udah baca dari kecil banget, beruntung memang punya orang tua yang gila baca dan mendukung aku untuk membaca sejak kecil. Dulu mungkin aku hanya menganggap baca buku ya sekedar baca dan nikmati tapi tidak bikin aku sampai cinta banget dengan dunia buku.

Buku fantasy lah yang bikin aku bener-bener bisa bikin aku balik lagi dan lagi untuk baca buku. Kalo dipikir-pikir sebenarnya sampe sekarang tuh gak terlalu banyak buku fantasy yang udah aku baca, lebih banyak metropop dan romance (karena baca fantasy butuh energi lebih). Tapi, kalo ditanya orang pasti aku akan jawab buku fantasy itu kesukaan aku.

Salahkan buku Ulysses Moore dan Percy Jackson yang bikin aku suka banget sama genre fantasy. 2 buku ini aku baca dengan tidak sengaja karena blurb-nya yang unik dan belum pernah aku lihat sebelumnya tanpa tau kalo itu bakal menjebak aku banget! by the way, saat itu aku belom pernah baca buku Harry Potter dan cuma nonton doang makanya aku cukup telat kenalan dengan buku fantasy.

Dari cinta pertama ujung-ujungnya malah jadi terbiasa. Alasan paling aneh sebenarnya kenapa memilih buku fiksi dan fantasi tapi ini kenyataan yang tidak terpungkiri banget.

Setelah aku pikir-pikir lagi apa yang bikin aku tetap memilih buku fiksi sih cuma 3 ini ya. Aku enggak mau membahas manfaat-manfaatnya karena aku enggak bisa memaparkannya. Yang paling aku rasakan ya aku bahagia dan menghilangkan penat sisanya mungkin ada tapi aku tidak tau kalo itu muncul karena kau baca buku fiksi 🤣 Jadi kalo mau cari manfaatnya mungkin bisa mencari ke postingan atau artikel orang lain ya!

Kalo temen-temen sendiri lebih suka buku apa nih? ada genre khusus kah? Kasih tau yok alasannya disini!



Post a Comment for "FIKSI, FANTASI DAN PELARIAN"