Sumpah Pemuda 2021

Assalamu'alaikum, Good morning my student? How are you this morning? I hope you are in a good condition. Are you ready for the great day?? 

Before we come to our lesson, let’s say Basmallah. (Bismillahirrohmanirrohim)

Bagaimana dengan pembelajaran kemarin? Apakah kalian masih mengingatnya?? Kemarin kita sudah belajar materi Tematik ya nak... Nah dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tanggal, 28 Oktober 

Sebelum kita memasuki pelajaran hari ini yuk kita kerjakan sholat dhuha dan murojaahnya yaa Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan diridhoiNya, dan selalu jaga kesehatan serta tetap semangat yaa belajar daringnya yaa…AamiinyaRobbalamin

Materi Ajar



Sejarah Singkat, Isi, dan Makna Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda kita kenal sebagai hasil dari Kongres Pemuda. Kongres Pemuda adalah sebuah kongres nasional yang digelar sebanyak dua kali di Jakarta. Kongres pertama dilaksanakan pada tanggal 30 April - 2 Mei 1926. Saat kongres pertama, para peserta sepertinya belum terpikir akan ide tentang Sumpah Pemuda. Salah satu alasannya mungkin adalah karena waktu itu para pesertanya masih memiliki rasa kedaerahannya masing-masing. Kongres pertama akhirnya melahirkan Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Tujuannya adalah untuk memperkuat kesatuan dan persatuan para pemuda dalam melawan penjajah.

Kongres Pemuda kedua diadakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Kali ini, kongres dipecah menjadi 3 kali rapat. Pada rapat pertama, Soegondo, selaku pimpinan kongres, berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat Kedua dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Pembicaranya adalah Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro. Mereka berdua sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.

Rapat ketiga alias yang terakhir digelar di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat, Saat itu Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres berakhir, Moh. Yamin memberikan secarik kertas kepada Soegondo seraya berbisik, “Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie”. Artinya, “Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan kongres ini”. Soegondo menyetujui, dan secarik kertas ini diedarkan ke para peserta kongres lainnya. Setelah itu, barulah Yamin menjelaskan secara detail, apa maksud dari hal yang dia tulis di secarik kertas itu. Isinya adalah 3 poin yang kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Saat itu, namanya masih Ikrar Pemuda. Setelah kongres selesai, namanya diubah oleh Yamin menjadi Sumpah Pemuda

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres.

Berikut adalah teks Sumpah Pemuda 

Tugas:

Mintalah bantuan untuk membuat video membacakan teks "Sumpah Pemuda"  

Tetap semangat dan ingat selalu 3 Kata Ajaib ya nak, Tolong, Maaf dan terimakasih 🥰

Post a Comment

0 Comments