Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Unsur-Unsur Drama Lengkap: Intrinsik naskah, Jenis, dan Pementasannya


pengertian drama, jenis drama
Unsur naskah drama dan pentas drama

 

Poin-poin dalam bahasan drama ini terdiri dari:

  • Pengertian Drama
  • Unsur Naskah Drama
  • Kaidah Penulisan Naskah Drama
  • Unsur-Unsur Pementasan Drama
  • Jenis-Jenis Drama
  • Istilah-istilah dalam drama



Pengertian Drama

Secara singkat drama adalah cerita yang dipentaskan atau diperankan. Drama dapat dipandang sebagai seni sastra, namun dapat juga dipandang sebagai seni tersendiri, yaitu seni drama. 

Drama dalam seni sastra adalah naskah drama karangan sastrawan. Naskah drama adalah sebuah teks yang isinya kebanyakan berupa percakapan, yaitu percakapan antar pelaku. Alur ceritanya dapat diketahui dari percakapan tersebut. Hal itu berbeda dengan bentuk prosa, misalnya cerpen yang alurnya diketahui pembaca melalui narasi (cerita).

Drama sebagai seni drama adalah pementasan drama. Dimana sastra drama merupakan pertunjukkan yang dilakukan oleh para pemainnya sesuai naskah yang telah disiapkan.



Unsur Naskah Drama

Naskah drama juga mempunyai unsur intrinsik yang mirip dengan prosa (cerpen, dongeng, novel, roman)

Unsur intrinsik naskah drama terdiri dari:

1. Tema

Tema adalah pikiran pokok yang melandasi lakon drama. Tema drama akan terlihat dari keseluruhan peristiwa yang terjadi dalam lakon drama.

2. Amanat

Amanat adalah pesan moral yang terdapat di dalam lakon drama. Penulis lakon drama selain ingin menghibur juga menyampaikan pesan pendidikan, terutama pendidikan moral kepada penonton.

3. Alur (plot)

Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita atau lakon drama. Rangkaian cerita itu terbentuk berkat adanya hubungan sebab akibat. Jadi peristiwa satu melahirkan peristiwa lain. Peristia yang baru lahir itu juga menjadi sebab lahirnya peristiwa berikutnya. Dengan demikian, akan terjadi jalinan peristiwa yang saling berhubungan. Untuk mengetahui macam-macam dan penjelasan alur lebih detail bisa dilihat pada link

4. Tokoh dan penokohan (perwatakan)

Tokoh adalah para pelaku yang memeragakan lakon drama. Tokoh itu masing-masing mempunyai watak (karakter). Misalnya sabar, ramah, suka menolong, keras kepala, dan lain-lain.

5. Dialog

Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog itu amat penting karena pertunjukan drama memang mengutamakan dialog. Dari dialog itu akan diketahui alur cerita. Dari dialog juga dapat diketahui watak para tokohnya, baik lewat tokoh lain maupun lewat tokoh itu sendiri.

6. Latar (setting)

Latar adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya adegan. Drama biasanya terdiri dari beberapa babak dan tiap-tiap babak ada beberapa adegan. Nah, adegan itu tentu terjadi di tempat tertentu, pada waktu dan suasana tertentu.

7. Bahasa

Bahasa yang dimaksud adalah pilihan kata (diksi) dan rakitan kalimat yang tepat untuk menggambarkan makna yang ingin disampaikan penulis.

8. Interpretasi

Interpretasi menyangkut lakon drama. Artinya lakon drama yang dipentaskan harus terasa wajar dan menyerupai kehidupan nyata dalam masyarakat. Jika aneh dan tidak masuk akal, logika penonton akan menolaknya.

9. Konflik

Rohnya drama adalah konflik atau pertentangan. Tak ada drama yang dipentaskan tanpa konflik. Konflik yang melibatkan tokoh-tokoh itu menimbulkan berbagai peristiwa. Nah, rangkaian peristiwa itu yang menjadi cerita lakon drama.



Naskah drama disiapkan pengarangnya bukan hanya untuk dibaca, melainkan diperagakan para pelaku. Selain berisi percakapan para pelaku, naskah drama juga berisi penjelasan mengenai gerak-gerik dan tindakan yang dilaksanakan pelaku. Dengan demikian, para pemain yang akan memeragakan cerita harus menghafal percakapan dan gerak-gerik yang tertulis dalam naskah. Penulisan naskah drama juga harus mengikuti kelaziman yang sudah dibakukan.



Kaidah Penulisan Naskah Drama

Hal- hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan penulisan naskah drama yaitu sebagai berikut.

1.     Penulisan dialog diawali dengan nama tokoh.
2.     Menggunakan tanda baca titik dua untuk mengungkapkan dialog tokoh (memisahkan nama tokoh dan isi dialognya).
3.     Petunjuk lakuan dituliskan dengan tanda kurung atau diletakkan sebagai paragraf tersendiri.
4.     Penulisan perpindahan babak, adegan, atau setting drama ditulis tersendiri atau tidak digandeng dengan dialog tokoh.
5.     Pada awal cerita biasanya disertakan prolog sebagai pengantar cerita dan epilog sebagai penutup cerita.

Naskah drama yang termasuk seni sastra itu akan menjadi seni drama (tontonan drama) jika dimainkan. Tontonan drama pun begitu unik karena bukan hanya melibatkan pemeran, melainkan juga melibatkan berbagai seniman. Sastrawan, aktor, komponis, pelukis, dan lain-lain bekerja sama meujudkan seni drama yang akan dinikmati keindahannya oleh penonton.

Selain melibatkan banyak seniman, tontonan drama juga mengandung banyak unsur yang saling mendukung yang tidak bisa dipisahkan dari keutuhan pementasan drama.



Unsur-Unsur Pementasan Drama


1. Naskah drama

Naskah drama adalah karangan yang berisi cerita. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama tokoh drama, dialog yang diucapkan, dan keadaan panggung yang diperlukan. Bahkan terkadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana, tata lampu, dan tata suara (musik pengiring)

2. Pemain (aktor)

Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. Banyaknya pemain sesuai banyaknya tokoh dalam naskah drama karena setiap tokoh akan diperagakan oleh seorang pemain.

3. Sutradara

Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan drama. Sutradara bertanggung jawab penuh atas suksesnya pementasan drama. Tugasnya mengarahkan masalah artistik dan teknis dalam pementasan drama atau pembuatan film yang meliputi latihan hingga mengoordinasikan setiap pemain.


4. Tata rias

Tata rias adalah cara merias (mendandani) pemain. Orang yang mengerjakan tata rias disebut penata rias. Tugasnya merias wajah pemain agar menampakkan rupa seperti tokoh yang dipernakan. Alat rias yang digunakan antara lain: bedak, bubuk arang, dan pensil alis.

5. Tata busana

Tata busana adalah pengaturan pakaian (busana) pemain, baik bahan, model, maupun cara mengenakannya. Tata busana sebenarnya mempunyai hubungan yang erat sekali dengan tata rias. Karena itu, tugas tata busana sering dirangkap oleh penata rias.

6. Tata panggung

Panggung adalah pentas atau arena untuk bermain drama. Letaknya di depan tempat duduk penonton dan biasanya lebih tinggi dari kursi penonton. Tujuannya agar penonton yang duduk di kursi paling belakang masih bisa melihat dengan jelas.
Tata panggung adalah keadaan panggung yang dibutuhkan untuk permainan drama. Misalnya, panggung harus menggambarkan keadaan ruang tamu, seperti pasar, dan sebagainya.

property bermain drama
Panggung pentas drama

7. Tata lampu

Tata lampu adalah pengaturan cahaya di panggung. Supaya panggung menjadi terang, harus diberi cahaya lampu listrik dari arah depan, atas, bawah, samping kiri, atau samping kanan. Tata panggung harus disesuaikan dengan keadaan panggung yang diharapkan.

8. Tata suara

Tata suara bukan hanya pengaturan pengeras suara (sound system), melainkan juga musik pengiring. Musik pengiring diperlukan agar suasana yang digambarkan terasa lebih meyakinkan dan lebih mantap bagi penonton.

9. Penonton

Sebennarnya penonton berada di luar permainan drama. Akan tetapi, unsur penonton ini amat penting. Sebab, bila tidak ada penonton, pertunjukan drama yang sudah disiapkan mungkin tidak jadi dimainkan. Banyak sedikitnya penonton serta puas atau kecewanya penonton menjadi ukuran kesuksesan pertunjukan drama.


Jenis-Jenis Drama

Pembagian drama dapat dibedakan berdasarkan tiga kriteria. Pembagian berdasarkan penyajian kisah drama, berdasarkan sarana, serta berdasarkan keberadaan naskah drama tersebut.

Berdasarkan penyajian kisah, jenis drama terbagi menjadi 8 macam, yaitu sebagai berikut.

1.     Tragedi: drama yang bercerita tentang kesedihan.
2.     Komedi: drama yang bercerita tentang komedi yang penuh dengan kelucuan.
3.     Tragekomedi: perpaduan antara kisah drama tragedi dan komedi.
4.     Opera: drama yang dialognya dengan cara dinyanyikan dan diiringi musik.
5.     Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dan dengan diiringi musik.
6.     Farce: drama yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya drama tersebut dagelan.
7.     Tablo: jenis drama yang lebih mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan suatu dialog, namun dengan melakukan berbagai gerakan.
8.     Sendratari: gabungan antara seni drama serta seni tari.

Berdasarkan dari sarana pementasannya, jenis drama terbagi menjadi 6 macam sebagai berikut.

1.     Drama Panggung: drama yang sepenuhnya dimainkan dipanggung.
2.     Drama Radio: drama radio tidak seperti biasanya. Drama ini tidak dapat dilihat, tepai hanya dapat didengerkan oleh penikmatnya saja dengan melalui radio.
3.     Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, namun drama televisi tidak dapat diraba.
4.     Drama Film: drama film menggunakan media layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.
5.     Drama Wayang: drama yang diiringi dengan pagelaran wayang.
6.     Drama Boneka: para tokoh drama tidak dimainkan oleh aktor manusia sungguhan, tetapi digambarkan dengan boneka yang dimainkan beberapa orang.

Berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama, jenis drama terbagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut.

1.     Drama Tradisional: yaitu drama yang tidak menggunakan naskah.
2.     Drama Modern: yaitu drama yang menggunakan naskah.


Istilah-istilah dalam drama

istilah-istilah dalam drama
Istilah-istilah dalam drama
Produser
Produser adalah orang yang memegang tanggung jawab paling besar mulai dari pemilihan judul drama sampai terlaksananya pementasan drama.

Sutradara

Sutradara adalah orang yang memberi pengarahan dan bertanggung jawab penuh atas masalah artistik dan teknis dalam pementasan drama atau pembuatan film.

Babak

Babak merupakan bagian dari lakon (cerita) drama. Satu lakon drama mungkin saja terdiri dari satu, dua, atau tiga babak atau lebih.

Dalam pementasan, batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar, atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali, biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. Baik setting tempat, waktu, maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. Itu berarti terjadi pergantian babak.

Adegan

Adegan adalah bagian dari babak. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. Setiap terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting.

Prolog

Prolog adalah kata pendahuluan atau pengantar dalam drama. Prolog mempunyai peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti cerita yang akan disajikan. Prolog bisa berisi sinopsis lakon, perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya, serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung.

Epilog

Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Isinya, biasanya berupa kesimpulan atau ajaran yang bisa diambill dari tontonan drama yang baru saja disajikan.

Dialog

Dialog adalah percakapan para pemain.

Monolog

Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. Isinya, mungkin ungkapan rasa senang, rencana yang akan dilaksanakan, sikap terhadap suatu kejadian, dan lain-lain.

Mimik

Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Pantomim

Pantomim adalah suatu pertunjukan teater yang menggunakan isyarat, dalam bentuk mimik wajah atau gerak tubuh, sebagai dialog.

Pantomimik

Pantomimik adalah perpaduan ekspresi gerak-gerik wajah dan gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Gestur

Gestur adalah gerak-gerak besar, yaitu gerakan tangan, kaki, kepala, dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain.

Bloking

Bloking adalah aturan berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan.

Gait

Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain.

Akting

Akting adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkannya. Bila gerakan-gerakan itu terlalu banyak, dinamakan over akting.

Aktor

Aktor adalah orang yang melakukan akting, yaitu pemain drama. Pengertian aktor bisa menjangkau pemain pria dan wanita, khusus pemain wanita disebut aktris.

Improvisasi

Improvisasi adalah gerakan-gerakan atau ucapan-ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan pemeranan. Improvisasi juga bisa diartikan melakukan sesuatu di luar teks naskah drama.

Ilustrasi

Ilustrasi adalah iringan bunyi-bunyian untuk memperkuat suasana yang sedang digambarkan. Sering juga istilah ilustrasi ini diganti musik pengiring.

Kontemporer

Kontemporer adalah lakon atau naskah serba bebas yang tidak terikat aturan atau kelaziman akibat pengaruh modernisasi.

Kostum

Kostum adalah pakaian para pemain yang dikenakannya pada saat memerankan tokoh cerita di panggung.

Skenario

Skenario adalah susunan garis-garis besar lakon drama yang akan diperagakan para pemain.

Panggung

Panggung adalah tempat para aktor memainkan drama. Biasanya dibuat lebih tinggi daripada tempat duduk penonton agar penonton yang duduk paling belakang pun dapat menyaksikan apa yang diperagakan aktor di panggung.

Layar

Layar adalah kain penutup panggung bagian depan yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Tidak semua panggung dilengkapi layar.

Backdrop

Backdrop adalah layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau dinaik-turunkan dan membentuk latar belakang panggung.


Sumber: Kitab Bahasa Indonesia Karya Asul Wijaya dengan beberapa tambahan.



Post a Comment for "Unsur-Unsur Drama Lengkap: Intrinsik naskah, Jenis, dan Pementasannya"