Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Candi Darling: Sebuah Gerakan Konservasi Alam di Situs Warisan Sejarah dengan Melibatkan Generasi Muda

Buat para penikmat wisata sejarah, kehadiran candi sebagai cagar dan situs budaya bukan hanya tentang lambang supremasi kejayaan masa lampau tetapi juga sebagai warisan lintas peradaban yang bisa dinikmati hingga kini. Kebayang kan, kalau seandainya cagar budaya ini musnah karena efek dari perubahan iklim.

Darling Squad
Oleh karena itu, penting sekali untuk melestarikan cagar budaya ini mulai dari mematuhi aturan ketika berkunjung, tidak melakukan vandalisme di sekitar kawasan dan melakukan penghijauan di area cagar budaya.

Hal sederhana ini, ternyata bakal memberikan dampak luar biasa kedepannya, seperti yang dilakukan oleh Bakti Lingkungan Djarum foundation (BLDF) dengan gerakan bernama Siap Darling alias Siap Sadar Lingkungan.

Mengenal Lebih Dekat Gerakan Siap Darling

Gerakan Siap Darling sebenarnya merupakan gerakan yang mengkombinasikan antara upaya konservasi alam dengan warisan sejarah yang ada di Indonesia. Kerennya lagi gerakan ini melibatkan generasi muda yang disebut sebagai Darling Squad. Nah, semua gerakan Siap Darling ini berbasis digital dan aktivasi.

Gerakan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation ini sudah ada sejak tahun 2019 dan telah melakukan penghijaun sekitar delapan (8) kawasan candi yang berada di Pulau Jawa. Adapun target penanaman hingga tahun 2025 mencakup seluruh situs wisata sejarah di seluruh Indonesia.

Sebagai gerakan peduli lingkungan dari tahun 2019 hingga Juni 2022, Siap Darling telah melibatkan 2.352 Darling Squad yang berasal dari 295 kampus di berbagai kota dan kabupaten.

Siap Darling di Kawasan Candi Dieng

Setelah keberhasilan gerakan Candi Darling di Candi Prambanan (2019), Kawasan Percandian Gedongsongo (2020), Situs Ratu Boko dan Candi Ijo (2019), Candi Barong, Candi Sambisari & Candi Banyunibo (2021) selanjutnya dilakukan penanaman di Kawasan Candi Dieng, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 6 Juli 2022 yang lalu.

Penanaman Bersama di Candi Dieng

Mulai kedua dari kanan; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, ST, MT; Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah, Sukronedi, S.Si.,M.A; Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji; Aktris, perwakilan anak muda peduli lingkungan, dan pemeran web series “Jumpa,” Maizura; Director Communication Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara; DLHK Kabupaten Banjarnegara, Ir. Singgih Haryono

Kegiatan di Candi Dieng ini melibatkan 80 Darling Squad dari Wonosobo dan Banjarnegara dengan 10 diantaranya berasal dari luar daerah tersebut yaitu dari Bogor, Tangerang, Cirebon, Gresik dan Banyuwangi. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan Darling Squad luar Wonosobo dan Banjarnegara untul melakukan penanaman 6500 pohon dan semak berbunga di kawasan Candi Dieng yang meliputi Candi Arjuna, Bima, Gatotkaca, Dharmacala, Setyaki.

Menurut Mutiara D. Asmara selaku Director of Communications Djarum Foundation,

“melalui kegiatan penanaman ini diharapkan dapat menginspirasi serta melibatkan banyak mahasiswa untuk pastinya lebih peduli terhadap lingkungan dan ikut serta dalam menjaga warisan sejarah secara jangka panjang nantinya

Hal senada pula disampaikan oleh Abdurrachman Aldila selaku program Associate BLDF bahwa:

program di kawasan Candi Dieng ini merupakan bagian dari gerakan Siap Darling yang memang sudah ada sejak 2019 lalu. Apalagi di Candi Dieng yang memang terkenal kaya akan keragaman geologi, keanekaragaman hayati dan pastinya sebagai situs warisan sejarah

Selain proses penanaman, gerakan ini juga berlangsung hingga 6 bulan ke depan untuk merawat pohon dan semak yang telah ditanam. Apalagi jika diamati secara seksama bahwa di kawasan Candi Dieng memungkinkan terjadinya potensi cuaca ekstrem seperti adanya embun es sehingga bisa merusak bibit pepohonan. Untungnya program ini bukan hanya program penanaman semata tetapi juga proses perawatan tanaman yang dalam 3 bulan ke depan sudah bisa terlihat hasilnya hingga dalam waktu panjang berikutnya.

Gerakan seperti ini sangat diapresiasi oleh Widi Hartanto, ST, MT selaku Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah  serta Sukronedi selaku Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah yang sekaligus sebagai pembicara.

Vice President Director Djarum Foundation
Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji
Menurut Bapak Sukronedi,”generasi muda sangat perlu memahami lebih jauh kesatuan antara candi dan lingkungan sekitarnya. Apalagi di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kawasan candi terbanyak di Indonesia dengan jumlah 18 kawasan. Kolaborasi dengan berbagai pihak yang melibatkan masyarakat dan generasi muda sangat perlu dilakukan untuk mendukung konservasi alam dan situs sejarah”.

Kini saatnya generasi muda juga bisa ikut andil dalam konservasi alam sekaligus situs sejarah agar tetap lestari. Semoga, semangat dan program yang dicanangkan oleh BLDF ini bisa memberikan dampak positif buat candi yang ada di seluruh Indonesia dan juga menciptakan semangat sadar lingkungan pada generasi muda Indonesia. Untuk mengetahui update program dari Siap Darling, jangan lupa untuk mampir ke websitenya ya. Salam Lestari.

Post a Comment for "Candi Darling: Sebuah Gerakan Konservasi Alam di Situs Warisan Sejarah dengan Melibatkan Generasi Muda"