Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cristiano Ronaldo: Tahun 2022 adalah Tahun Terburuk dan Ujung Karir Saya



Setapak Rai Numbei (Dalan Inuk)Impian Piala Dunia Cristiano Ronaldo telah berakhir, saat Portugal disingkirkan Maroko dari perempat final piala dunia 2022 di Stadion Al Thumama, Doha, pada Sabtu (10/12/2022) malam WIB.

Cristiano selalu menjadi sorotan di Piala Dunia. Pertama, karena kata-katanya memaksa hengkang dari Manchester United. Dia satu-satunya pemain dalam sejarah yang mencetak gol di lima Piala Dunia. Selanjutnya apakah gol Bruno Fernandes ke gawang Uruguay adalah miliknya atau bukan; dan kemudian debat tetkait susunan pemain dalam starting eleven.

Dalam penampilan terakhirnya di turnamen ini, pemain bernomor punggung 7 tersebut baru diturunkan Fernando Santos pada babak kedua sebagai pemain pengganti.

Dan ia harus menitihkan air mata ketika timnya dikandaskan Maroko untuk melaju ke semifinal. Kekalahan mengejutkan dari Maroko ini mengindikasikan bahwa peluang besar untuk meraih trovi piala dunia menjadi pupus.

“Memenangkan Piala Dunia untuk Portugal adalah impian terbesar dan paling ambisius dalam karir saya. Untungnya saya memenangkan banyak gelar berdimensi internasional, termasuk untuk Portugal, tetapi untuk menempatkan nama negara kita di kaki tertinggi di dunia adalah impian terbesar saya,” ungkapnya dalam postingan di akun Instagram resminya.

Saya berjuang keras untuk impian ini. Dalam lima penampilan, saya mencetak gol di Piala Dunia selama 16 tahun, selalu bersama pemain hebat dan didukung oleh jutaan orang Portugal. Saya memberikan segalanya. Saya meninggalkan segalanya di lapangan. Saya tidak pernah berpaling dari pertarungan dan saya tidak pernah menyerah pada mimpi itu,” lanjutnya.

“Sayangnya, kemarin mimpi itu berakhir. Tidak ada gunanya bereaksi di saat panas. Saya hanya ingin semua orang tahu bahwa banyak yang telah dikatakan, banyak yang telah ditulis, banyak yang telah dispekulasikan, tetapi dedikasi saya untuk Portugal tidak pernah hilang. Saya selalu berjuang untuk tujuan semua orang dan saya tidak akan pernah meninggalkan rekan-rekan saya dan negara saya.”

“Tidak banyak lagi yang bisa dikatakan untuk saat ini. Terima kasih Portugal. Terima kasih Qatar. Mimpi itu indah selama itu berlangsung…. Sekarang, saya harap waktu akan menjadi pembelajaran yang terbaik dan memungkinkan semua orang untuk menarik kesimpulan mereka sendiri, “pungkasnya.

Tahun 2022 merupakan periode tersulit Cristiano Ronaldo dalam karirnya. Di level klub, Manchester United kandas untuk menembus Liga Champions pada 2021/22 dan kemudian Ronaldo tidak dapat menemukan klub Liga Champions untuk pindah. Dia harus bertahan di Old Trafford, tetapi tidak lagi menjadi starter utama.

Banyak penggemar mempertanyakan kemana eks pemain Real Madrid ini akan berlabuh. Sementara itu publik Portugis masih memujanya, sebab sang bintang tersebut sudah banyak mempersembahkan gelar untuk negaranya termasuk EURO 2016.

Penampilannya di Qatar menjadikan dirinya mencapai rekor penampilan internasionalnya yang ke-196 menyamai rekor yang dipegang oleh pemain depan Kuwait Bader Al-Mutawa  tetapi dia tidak dapat menandainya dengan momen spesial yang sering dia hasilkan selama bertahun-tahun. Ronaldo juga memegang rekor untuk gol internasional terbanyak dengan 118 gol.

Banyaknya fans Portugal yang mengenakan kaos ‘Ronaldo 7’ di luar Stadion Al Thumama pada hari Sabtu adalah tanda bahwa mereka tidak melupakan kejayaan masa lalunya meskipun apa yang telah terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Sejumlah klub tertarik untuk mengontrak Ronaldo ketika jendela transfer dibuka pada 1 Januari, termasuk klub Arab Saudi Al-Nassr, yang memberinya tawaran besar pada pekan lalu.

Timur Tengah jauh dari tempat berburu yang menyenangkan baginya di turnamen ini tetapi mungkin itu adalah tempat kita melihatnya beraksi selanjutnya.*

 


Post a Comment for "Cristiano Ronaldo: Tahun 2022 adalah Tahun Terburuk dan Ujung Karir Saya"