Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kita Bukanlah Satu-Satunya



Kita Bukanlah Satu-Satunya
لقد لقينا من سفرنا هذا نصب

“Sungguh, kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini..” [QS. Al-Kahfi: 62]

Ada langkah yang terhenti, atau hati yang merasa sesak, air mata yang tak mengering, atau harapan yang tak lagi memiliki tempat. Kita tidaklah sendiri, kita bukanlah satu-satunya yang telah kehilangan. Kita sama merasa terik, dan terkadang merasa terpaku, tentang kehidupan yang dingin, atau kelelahan kita mengejarnya, dan engkau tak lagi memiliki tempat untuk kembali..?

Ketika itu, ada seorang laki-laki. Urwah bin Az-Zubair rahimahullah, ia menuturkan sebuah syair, tentang para pendahulu..

وأعلم أني لم تصبني مصيبة من الدهر إلا قد أصابت فتى قبلي

“Dan ketahuilah bahwa, tidaklah aku tertimpa suatu musibah dari masa ini. Melainkan musibah itu pernah menimpa orang sebelumku..” [Hilyah al-Auliya’, 2/178]

Ia juga menuturkan..

اللهم كان لي بنون سبعة فأخذت منهم واحدا وأبقيت لي ستة وكان لي أطراف أربعة فأخذت طرفا وأبقيت ثلاثة

“Ya Allah, aku memiliki tujuh orang putra, lalu Engkau mengambil satu dari mereka dan menyisakan enam untukku. Aku memiliki empat anggota tubuh (dua kaki dan dua tangan), lalu Engkau mengambil satu dan menyisakan tiga..”

Beliau pun melanjutkan kalimatnya..

فإن ابتليت لقد عافيت، ولئن أخذت لقد أبقيت

“Jika Engkau menguji, maka sungguh Engkau memberi keselamatan. Jika Engkau mengambil (sesuatu), maka sungguh Engkau menyisakan (nikmat yang banyak)..” [Tarikh al-Islam, 6/427]

Maka kembalilah. Karena hanya kepada Allahlah segala perkara dikembalikan dan hanya kepada-Nyalah kita memohon pertolongan. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai penyebab terbesar kegundahan hati kami, dan tegarkanlah hati kami di atas agama-Mu..

© Kita Bukanlah Satu-Satunya | AL MUKHTASHAR
Source: https://eshaardhie.blogspot.com

Post a Comment for "Kita Bukanlah Satu-Satunya"